Hidup mulia untuk saling merasa Berbagi dengan sesama Meski kecil yang kita miliki Bukan berarti tak berarti Manusia yang baik saling mengerti apa yang terjadi Tau apa yang dikatakan untuk menenangkan hati Disaat semua telah terkecoh oleh dunia Kita hadir untuk menasehatinya Agar tiada lupa dr mana ia berada Meski sebatas kata sederhana Mungkin itu lebih bermakna Jalan tak perlu dilalui sendiri Ada kalanya kita butuh teman untuk menemani, Jika engkau takut gelap nyalakan lilin itu yang tepat berada di hatimu mungkin aku juga tersembunyi dalam gelap yang cahaya nya tak dapat menerangi jalanmu, dan mungkin aku ibarat kerlip lampu yang cahaya nya kalah dengan sinarnya, semua kasih ku tak sebesar kasih ibu
Tiada hari tanpa memikirkanmu Kau begitu dalam dihatiku Kau begitu luas dalam pandanganku Tiada yang mampu menggati aroma wangimu Tiada yang mampu mengganti keindahan mahkotamu Tiada yang begitu manis selain senyummu Tiada yang begitu bersinar selain wajah cantikmu Tiada yang merdu selain tutur katamu Kamu adalah satu dalam nafasku Kamu adalah satu dalam jiwaku Kamu menyatu dihatiku Kau begitu menawan untukku lupakan Kau yang ada dihati dan aku tak bisa pergi Ku coba berlari namun bayangmu tetap mengikuti Meski kau pernah berkata " aku tak sesempurna itu" tetapi kamulah yang terbaik
Bumi kian bersedih setiap hari rambut lebatnya dicukur tanpa seizin yang punya, ia kepanasan dikala siang, ia kedinginan dikala malam. Bumi harus rela dikala hujan menahan sakit dari setiap tubuhnya mulai longsor menimpa penghuninya, menahan semua rasa yang pernah ditimpanya, semua meluapkan kepada dirinya tetapi dia selalu diam tak pernah mengeluh meski ia mulai merasa lumpuh. Tak ada yang disesali nya karena ia tlah ada karena ia tahu bahwa dirinya begitu berguna bagi makhluk lainnya, ia dapat memenuhi apa yang dibutuhkan, ia selalu memberi meski terkadang tak dihargai, ia tak meminta balas budi dari semua yg telah di ambil ia ikhlas memberi,, Bumi kini kian sakit sakitan gemetar dan menggoyahkan gunung" tanpa memperdulikan sekitar, ia tau apa yang dialaminya tetapi tak dapat menahan rasanya, selalu menangis dengan segala hujan derasnya sakit memuntahkan apa yang ada dalam perutnya yaitu lava,.. Ombak kini tak malu menerjang daratan, a...
Wow keren 👍
BalasHapusMkasih mbak 😊..
HapusKarya'e sampean juga keren 👍👍👏