Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

X

menyikapi perkataan orang lain

 Akhir-akhir ini banyak dari kita mengeluh atas apa yang dikerjakan, kita menjadi tidak terlalu percaya diri akan hal itu. Lalu, apa yang membuat diri itu menjadi tidak percaya diri atau mengeluh, apakah yang kita kerjakan itu salah atau mungkin pekerjaan kita buruk bagi sendiri atau untuk orang lain. Tidak juga!! Lalu apa?? Hal paling sepele dari yang kita kerjakan, yang menjadikan kita mengeluh atau tidak percaya diri yang membuat kita ciut, marah atau benci adalah  perkataan orang lain alias nyinyiran orang lain tentang segala hal yang kita kerjakan. Bagaimana menyikapinya dong? Pertama, kita sendiri harus tau apa yang kita kerjakan, apakah itu baik atau buruk, apakah itu layak atau tidak. Atau bisakah pekerjaan itu diterima dalam hal masyarakat yang baik. Kedua, memahami orang lain atas apa yang mereka katakan pada kita, entah itu kasar, menghina, memuji atau mengkritik. Kita tidak perlu membalas segala hal tersebut, dari yang terpenting dari semua itu ialah kita meneri...

berhenti sejenak berfikir serius

      Sekarang begitu banyak orang" yang mengeluh karena hal yg tidak begitu penting, seperti orang-orang yang terjerat rambut pada sela-sela jari-jari kaki. Bukan hanya itu, mereka lebih suka berkata keras ketimbang mengambil atau membuang rambut itu pada jari-jari kaki.      Coba kita lihat pada diri kita sendiri, kita lebih suka mengeluh daripada untuk menerima semua ketidak-cocokan. Kita hanya berfikir bahwa hal yang membuat kita senang dan tenang adalah semua bentuk kemauan kita yg terwujud. Padahal, semua yg kita ingin atau kita mau belum tentu akan terwujud dalam waktu yg dekat atau panjang, atau mungkin bahkan tak terwujud alias kosong, hampa mungkin juga gagal.      Nah, coba kita pikir kembali masalah ini agar menjadi masalah yang mudah. Pernakah kita berfikir memiliki pilihan lain?, bisa jadi pilihan lain ini menjadi opsi untuk kegagalan kita, lalu bagaimana kalau gagal lagi dan tambah menderita?   ...

setetes rindu

Gambar
 Ku teguk setetes rindu dari lembut tanganmu, kekasih. Yang sekejap membungkam hati yang menggumam rindu tentangmu. -Aku- Pict. @meinialxndr

cinta

Gambar
 Cinta itu tidak kaku, ia seperti burung yang mempunyai sayap hingga terbang bebas dan hinggap dimanapun, setiap hinggapannya memiliki kepentingan dan fungsinya, tidak ada batasan untuk menghalanginya, ia bebas, ia terbuka, dan tak pernah menjadi buruk. Itu akan selalu ada, mngkin saja berputar atau berubah bentuk, seperti air yang menjadi uap dan menjadi awan, namun tetap hakikat dan esensinya sama.

kecupan angin

Gambar
 Jika ada satu kecupan yang mampu menembus semua dimensi dan menerjang semua waktu, aku ingin menitipkan kecupanku pada angin. Biarkan angin membawanya terbang bersama daun dan dingin, aku ingin memastikan bahwa hembusannya lembut dikening, aku ingin dia tenang dalam dekapnya, biarlah dia bahagia bersama apa yang di inginkannnya.

kisah kita

Gambar
Kisah kita Satu langkah jalan Berjalan menyusuri waktu penuh angan Menatap dengan satu harapan Bersama kita sejalan Melawan kerasnya hari dengan gurauan Sekarang kita memang kawan Ku kirim maksut lewat pesan Meski hanya sebuah tatapan Tetapi ini sebuah kejujuran Ku berharap masa lalumu dapat kau lupakan Seiring waktu membuka halaman Kesenangan menutup kepengapan Kisah kita tak dapat diulang lewat pengaturan Karena kita selalu bersama lewati tantangan Bukan sebuah cerita kepalsuan Inilah kisah yang tertulis dalam lembaran Ku tak ingin kau melewati hari sendirian Ku tak ingin kau kesepian Panjangnya malam kau hanya menatap bulan Kau jangan pernah larut dalam kesedihan Hiasi dirimu dengan cerita menyenangkan Bersama kita buat hiburan dengan lawakan Dan janganlah pandang aku dari tampilan Sebuah hati tak akan leleh bagaikan tetesan Suci putih seindah tentang kesetiaan Kasihku tak luntur karena hujan Aku tak menoleh karena bosan Karena aku tau engkau tak tergantikan.

pilihanku

Gambar
 Pilihanku. Disaat aku menyusuri jalan kehidupan Dan aku selalu hidup dijalan ini Setelah sekian lama tahun berlalu Aku menemukan sebuah bunga Tumbuh di depan jalanku Bunga yang sangat indah mewangi Aku genggam bunga dengan erat Aku rawat agar tumbuh dan hidup Ku lanjutkan perjalananku bunga bermekaran dalam hadapanku Bercorak penuh warna warni Namun Ku tahu pasti dengan pilihan pertamaku Kutinggalkan bunga-bunga itu Tak perlu ku petik Aku telah ada bunga yang ku rawat Dengan komitmen yang pasti Bungaku selalu menemani.

Angin

Angin...... Perlahan kau tepuk pundakku Berbisik kecil ditelingaku Sepertinya engkau tau Semuanya memburuk dalam hatiku    Angin...... Katakanlah sebagaimana'nya diriku Apa yang harus kurubah Atau yang harus kulakukan Mengapa semuanya tampak mengerikan Angin...... Bawalah percikan embun pagi Agar menjadi obat dari perih Bawakanlah nyanyian deburan ombak Dari instrumen dedaunan Kalau engkau datang kan kusambut Bila engkau menari nari di pohon Akan ku riuhi dengan senyum Tuhan... jadikan angin sebagai penghiburku

Menjelma

Saat ini siapapun dapat menjelma Berpura pura menjadi malaikat Menolong seperlunya dengan pamrih Sebagai bentuk harapan Kalau engkau kebencian dari prasangka Tak dapatlah kau bergerak dalam lingkupnya Bila mulai terbangung akan dijegal Bila berbicara kau'kan dibungkam Waspadailah dirimu dari semua yang tertawa Dan Pagarilah dari tatapan mata Mungkin dari itu semua ada hal buruk Dari setiap prasangka'nya Terkadang temanmu bukanlah teman Ada inciman yang menghantuimu Perlahan menikmati deritamu seakan senang kalau dirimu mati perlahan

Membakar || puisi

Sekarang api membumbung tinggi Berkobar membakar melumat apa saja Membuat Hati terkotori abu kefanaan Dan Melempar kotoran dari rongganya Mengaung ngaung tak tau malu Berbangga dengan apa yg dilakukAn Seolah olah adalah kebenaran Padahal hal itu adalah sakitnya diri mereka Mungkin api yang kini membakar Belum padam saat ini Biarlah ia bergerak semau hati Kalau sampai api padam Hati mereka kecewa karena tak ada kekacauan -xtreme- 2, januari 2019