Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Angin

Angin...... Perlahan kau tepuk pundakku Berbisik kecil ditelingaku Sepertinya engkau tau Semuanya memburuk dalam hatiku    Angin...... Katakanlah sebagaimana'nya diriku Apa yang harus kurubah Atau yang harus kulakukan Mengapa semuanya tampak mengerikan Angin...... Bawalah percikan embun pagi Agar menjadi obat dari perih Bawakanlah nyanyian deburan ombak Dari instrumen dedaunan Kalau engkau datang kan kusambut Bila engkau menari nari di pohon Akan ku riuhi dengan senyum Tuhan... jadikan angin sebagai penghiburku

Menjelma

Saat ini siapapun dapat menjelma Berpura pura menjadi malaikat Menolong seperlunya dengan pamrih Sebagai bentuk harapan Kalau engkau kebencian dari prasangka Tak dapatlah kau bergerak dalam lingkupnya Bila mulai terbangung akan dijegal Bila berbicara kau'kan dibungkam Waspadailah dirimu dari semua yang tertawa Dan Pagarilah dari tatapan mata Mungkin dari itu semua ada hal buruk Dari setiap prasangka'nya Terkadang temanmu bukanlah teman Ada inciman yang menghantuimu Perlahan menikmati deritamu seakan senang kalau dirimu mati perlahan

Membakar || puisi

Sekarang api membumbung tinggi Berkobar membakar melumat apa saja Membuat Hati terkotori abu kefanaan Dan Melempar kotoran dari rongganya Mengaung ngaung tak tau malu Berbangga dengan apa yg dilakukAn Seolah olah adalah kebenaran Padahal hal itu adalah sakitnya diri mereka Mungkin api yang kini membakar Belum padam saat ini Biarlah ia bergerak semau hati Kalau sampai api padam Hati mereka kecewa karena tak ada kekacauan -xtreme- 2, januari 2019